Ibu Hamil Apa Boleh Kerokan? Simak Penjelasan dr. Jeffry Kristiawan Mengenai Risikonya
Sumber Video: YouTube dr. Jeffry Kristiawan (Tanyakan Dokter)
Bagi masyarakat Indonesia, kerokan seringkali menjadi "pertolongan pertama" saat badan terasa tidak enak, pegal, atau yang biasa kita sebut sebagai masuk angin. Namun, bagaimana jika kondisi badan tidak enak ini dialami saat sedang hamil? Rasa mual, pusing, perut kembung, dan badan lemas memang sering terjadi, terutama di trimester awal karena perubahan hormon. Lantas, ibu hamil apa boleh kerokan? dr. Jeffry Kristiawan memberikan penjelasan penting terkait kebiasaan ini.
Masuk Angin Saat Hamil: Fenomena Hormonal
Menurut dr. Jeffry Kristiawan, rasa tidak nyaman di perut seperti kembung dan mual pada hamil muda sebenarnya adalah hal yang normal. Tubuh Bunda sedang beradaptasi dengan kehadiran janin dan lonjakan hormon kehamilan. Selama Bunda masih bisa makan dan minum dengan baik, kondisi ini bukanlah masalah besar.
Sering kali, keluhan ini muncul bersamaan dengan rasa ingin tahu Bunda terhadap tanda-tanda kehamilan lainnya. Jika Bunda masih di tahap awal, pastikan untuk membaca panduan tentang test pack garis 2 samar agar tidak bingung dalam menentukan langkah medis selanjutnya.
Mengapa Kerokan Berisiko Bagi Ibu Hamil?
Meskipun secara medis kerokan dapat membantu melepaskan antihistamin atau hormon yang membuat tubuh rileks, dr. Jeffry menegaskan bahwa prosedur ini cukup berisiko bagi ibu hamil. Ada dua alasan utama yang dikemukakan:
- Kerusakan Lapisan Kulit: Kerokan memecahkan pembuluh darah kecil di bawah kulit (kapiler). Pada ibu hamil, daya tahan tubuh cenderung menurun dibandingkan kondisi normal. Pecahnya pembuluh darah ini bisa menjadi pintu masuk bagi bakteri atau virus yang memicu infeksi serius.
- Memicu Kontraksi Dini: Proses kerokan sering kali menimbulkan rasa perih dan nyeri. dr. Jeffry menjelaskan bahwa rasa nyeri yang hebat—baik karena kerokan, sakit gigi, atau keseleo—dapat memicu pelepasan hormon prostaglandin yang berisiko memancing kontraksi rahim.
Jika kontraksi terjadi jauh sebelum Hari Perkiraan Lahir (HPL), risiko persalinan prematur akan meningkat. Tentu Bunda ingin menghindari risiko ini dan mengupayakan persalinan normal yang sehat tepat pada waktunya, bukan?
Solusi Saat Badan Tidak Enak
Alih-alih memilih kerokan, dr. Jeffry Kristiawan menyarankan agar Bunda berkonsultasi dengan dokter jika merasa sangat mual, muntah parah, atau masuk angin yang sangat mengganggu. Penanganan yang tepat dari tenaga medis akan jauh lebih aman bagi kesehatan janin.
Bagi Bunda yang sedang menjalani program hamil, menjaga kesehatan tubuh secara alami jauh lebih disarankan. dr. Jeffry menyebutkan penggunaan madu herbal seperti Madu Amils yang sudah terdaftar di BPOM sebagai salah satu upaya melancarkan promil pasutri dengan cara yang aman.
Menjaga Kesehatan Rahim Adalah Prioritas
Menghindari kerokan hanyalah salah satu cara melindungi janin. Bunda juga harus waspada terhadap berbagai gangguan kesehatan lainnya. Misalnya, jika Bunda mengalami keputihan yang tidak biasa, jangan dianggap remeh karena kanker rahim bukan sekadar keputihan biasa. Selalu waspada terhadap sinyal-sinyal yang diberikan oleh tubuh.
Jika Bunda merasa pegal-pegal yang tidak tertahankan, cobalah melakukan relaksasi ringan atau minta suami memberikan pijatan lembut tanpa perlu melakukan kerokan. Menjaga ketenangan pikiran juga sangat membantu meredakan rasa tidak nyaman, Bunda bisa mencoba panduan meditasi koneksi rahim untuk memberikan rasa tenang bagi Bunda dan si kecil.
Kesimpulannya, meskipun kerokan terasa nikmat bagi sebagian orang, dr. Jeffry Kristiawan sangat tidak menyarankan hal ini dilakukan saat hamil karena risiko infeksi dan kontraksi prematur. Lebih baik mencegah daripada menyesal di kemudian hari, ya Bun!
No comments:
Post a Comment